ANAK MADRASAH KE AMERIKA

  • Selasa, 24 November 2020 - 09:06:59 WIB
  • Administrator
ANAK MADRASAH KE AMERIKA

Humas M2M- Namanya  Rizki Putra Masyhadani. Rizki, demikian kami sering menyapanya. Wajah manis, bersahaja dan cenderung pendiam. Namun di balik kebersahajaannya, tersimpan bakat yang luar biasa. Setiap orang yang melihat akan terkesan dengan pembawaan tenang, alim namun tidak jaim. Rizki kini duduk di kelas XII IPA Unggulan, pernah menjabat sebagai ketua salah satu organisasi ekstrakurikuler di MAN 2 Mataram, yakni MEC (Manda English Club).

Torehan prestasi putra pasangan Bapak Wahyudin Rasyid, S.Pd., dan Ibu Roisatul Aminy, S.E., M.Ak., banyak sekali, spesialisasinya di bidang debat Bahasa Inggris. Beberapa kali Rizki mewakili madrasah dalam even-even serupa dan tentu sangat bergengsi, baik tingkat daerah maupun tingkat nasional. 

Beberapa prestasi Rizki sepanjang tahun 2020 antara lain: (1) KL-Yes Awardee 2020/2021, (2) Second Best Speaker Dmotion 2019, (3) First Runner Up Ahmad Dahlan English Competition UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Yogyakarta, (4) First Runner Up Paracendikia English Festival (STKIP Paracendikia Sumbawa), (5) Co-First Best Speaker English Festival Paracendikia, (6) Second Winner Speech in Paracendikia English Festival STKIP Paracendikia Sumbawa, (7) First Runner Up Save-DC 2020 Undikma, (8) Juara 3 KSM Biologi Tingkat Provinsi. 

Jika ditilik dari deretan prestasi yang dicapai, Rizki bukan hanya jago Bahasa Inggris, tetapi juga jago pada mata pelajaran Biologi. Yang paling fenomenal adalah prestasinya meraih KL-Yes Awardee  2020/2021. KL- YES (Kennedy Lugar-Youth Student Exchange) merupakan program pertukaran pelajar SMA/sederajat yang berfokus pada pemahaman terhadap perbedaan budaya di setiap negara. Program ini dinaungi oleh  AFS (American Field Service) yang merupakan salah satu departemen yang menangani pertukaran pelajar di USA. 

YES Program merupakan beasiswa full selama satu tahun program atau dua semester tahun pelajaran. Untuk mengikuti program YES, peserta diharuskan untuk mengikuti beberapa seleksi yang diadakan oleh Bina Antar Budaya Indonesia, organisasi non-profit yang berkecimpung di dunia pertukaran budaya bangsa-bangsa. Ada beberapa seleksi yang harus dilalui oleh peserta, antara lain: seleksi administrasi, interview, dan dinamika kelompok.

Destinasi negara tujuan program YES adalah USA, akan tetapi peserta dapat memilih Benua Eropa dengan program AFS yang merupakan beasiswa parsial, dan program Asia Kakehashi yang merupakan beasiswa full dengan destinasi negara tujuan ke Jepang.

Apabila situasi aman dari pandemi, program yang diikuti Rizki akan diberangkatkan pada Januari 2021 setelah mengalami penundaan sejak Agustus 2020 lalu. Jika tidak, untuk menghindari kontak fisik, maka program tersebut akan mulai dilakukan melalui online awal Januari 2021 mendatang.

Kepada pewarta, Rizki mengungkapkan akan ditempatkan di negara bagian Massachusset, Plymouth. Sebuah kota pinggir pantai di daerah Barat Benua Amerika yang terkenal dengan arsitektur klasiknya bagai kota Tua Ampenan yg eksotik serta tempat yang indah untuk menikmati sunset jelang petang. Rizki akan tinggal dengan orang tua angkat beserta teman program YES dari Libanon. Rizki juga bisa tinggal dengan teman lainnya jika mendapat double placement (tempat alternatif kedua).

Peserta seleksi dari ajang tersebut berasal dari pelajar menengah atas (SMA/MA/SMK/STM/ sederajat seluruh Inonesia. Rizki Bersama 3 orang rekannya dari Madrasah Alam Sayang Ibu Lingsar Lombok Barat, SMAN  1 Sumbawa, dan SMAN Bima mewakili NTB ke Amerika. Ajang serupa juga pernah diraih oleh siswa MAN 2 Mataram lainnya, yaitu Lalu Ladeva; Awardee KL-YES angkatan Tahun 2018/2019 dengan penempatan di Indiana kota Elkhart.

MAN 2 Mataram terus berbenah dan semakin eksis menunjukkan prestasinya di bawah kepemimpinan Bapak Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd. Beliau sangat berbangga dan takjub dengan capaian-capaian yang telah diraih siswa MAN 2 Mataram. Namun kepala madrasah senantiasa mengingatkan jangan sampai puas dengan hasil yang dicapai saat ini. Kepala madrasah sangat berharap, untuk tahun-tahun berikutnya, siswa MAN 2 Mataram bukan hanya satu orang yang berhasil pada pertukaran pelajar, melainkan jumlahnya akan selalu meningkat setiap tahunnya. Capaian yang diperoleh Rizki juga bukan hasil yang serta-merta, melainkan ada peran strategis dan usaha maksimal oleh Pembina dan para pelatih MEC. 

Poin utama dari artikel ini  adalah ‘anak madrasah mendunia’. Berdasarkan prestasi ini, ada pepatah kuno yang mengatakan: nothing impossible in the world,where there is a will there is a way. (Tidak ada sesuatu pun yang mustahil di dunia ini, selama ada kemauan pasti ada jalan). Terbukti, dalam berbagai even, anak madrasah bisa disejajarkan dengan anak-anak dari sekolah unggul lainnya. Jadi, pembaca yang budiman, tunggu apalagi? Ayo belajar di madrasah!! [Siti Rahmi].

  • Selasa, 24 November 2020 - 09:06:59 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya

Tidak ada artikel terkait