MAN 2 MATARAM GELAR SIMULASI SKALA BESAR AKM PENGGANTI UN

  • Senin, 14 Desember 2020 - 14:31:24 WIB
  • Administrator
MAN 2 MATARAM GELAR SIMULASI SKALA BESAR AKM PENGGANTI UN

Mataram- Simulasi Skala Besar (SSB) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) hari ini (24/11) digelar di MAN 2 Mataram. Bertempat di Computer Center. Simulasi ini diikuti oleh 5 orang siswa. Selaku koordinator pelaksanaan kegiatan yaitu Wakil Madrasah Bidang Akademik Lalu Ahmad Fahruddin, M.Pd., dibantu seorang proktor Wahyu Indrayadi Arisanta, S.Pd., dan dikawal oleh helpdesk wilayah Indonesia Timur Feronisa Humaira, ST.

Asesmen Kompetensi Minimum adalah kompetensi yang benar-benar minimum dimana madrasah dan daerah-daerah dipetakan berdasarkan kompetensi minimum. Materinya mencakup tiga hal, yaitu Literasi, Numerasi dan Karakter. AKM erat kaitannya dengan merdeka belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan. Sedang numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Literasi dan numerasi bukanlah mata pelajaran Bahasa dan Matematika, melainkan kemampuan peserta didik menggunakan konsep untuk menganalisis materi.

Numerasi merupakan kemampuan membaca teks menghitung dan karakter atau kepribadian peserta didik.

Terkait dengan survei karakter merujuk kepada ekosistem madrasah, semodel implementasi asas-asas Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Seperti sikap empati atau gotong royong dari peserta didik. Survei karakter lebih menukik kepada pendidikan berbasis karakter atau pada penilaian afektif peserta didik.

Survei yang dilakukan nanti akan dijadikan sebagai acuan bagi madrasah dan pemerintah. Hasil survei dijadikan sebagai tolok ukur untuk bisa memberikan umpan balik bagi madrasah dalam melakukan perubahan. Perubahan yang diinginkan adalah perubahan yang akan menciptakan peserta didik yang lebih menikmati belajar, nyaman dengan suasana madrasah dan kuat asas-asas Pancasilanya.

AKM digadang-gadang sebagai pengganti Ujian Nasional. Ujian Nasional bukan lagi berdasarkan mata pelajaran, tetapi berdasarkan kompetensi minimum yang dimiliki oleh peserta didik. 

Dalam simulasi ini, peserta didik harus menyelesaikannya dalam durasi 60 menit. 

Simulasi AKM dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat kesiapan sarana komputer dan akses internet di madrasah, bukan konten soal tapi hanya gambaran model-model soal saja. AKM sendiri nantinya akan dijadikan bahan pemetaan madrasah.

Pelaksanaan simulasi ini berlangsung dua hari. Hari pertama simulasi tentang survei literasi dan numerasi sedang hari kedua adalah simulasi tentang  survei karakter.

Koordinator mengurai jika AKM nantinya akan diikuti oleh setengah dari populasi peserta didik yang duduk di kelas XI atau tergantung mandat dari pusat. Ditanyakan tentang kompetensi minimum seperti apa yang diinginkan dalam AKM nanti, Lalu Fahruddin mengatakan bahwa kita semua masih menunggu informasi dari pusat, yang jelas MAN 2 Mataram siap menyukseskan AKM pungkasnya. [Siti Rahmi-Humas M2M].

  • Senin, 14 Desember 2020 - 14:31:24 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya